Di Radio, adaaaa

Posted by Dear My-Blog Labels: ,

Malam senin, tanggal 16 kemarin. Sekitar jam 7 malem kurang dikit. Gue ngutak-ngatik radio di hape baru ade gue. Cari-cari frekuensi. Dan ga lama, kegiatan itu pun selesai.
Gue pun memutuskan untuk ngedengerin radio di hape gue sendiri. Lumayan lama juga ga ngedengerin radio. Tiba-tiba gue inget pekataan si Ciqo : “ah, tadi malem radio Sonora muter lagu Justin Bieber lagi”.
Oh oh oh oh..
Gue belum tau perkembangan idola gue itu di radio nasional. Berhubung gue ga punya frekuensi radio Sonora, gue pun sms ke Ciqo nanyain frekuensi radio Sonora, yang ternyata sms gue pending, dan akhirnya om gue nyeletuk “nih, di hape om ada”.
Jeh! Daritadi napah?!
Ketemu frekuensinya. Dan malem itu adalah malem keberuntungan gue.
Di awali dengan lagu Because I’m Stupid dari SS501 di frekuensi 92,4 . gue ngedengerin sambil ngebayangin adegan-adegan seru drama korea favorit gue Boys Before Flowers, yang emang soundtracknya.
Abis seleai, gue muter-muter frekuensi lagi, berharap ada lagu yang gue kenal lagi. Dan ga terlalu muluk ngarep lagu JB langsung. Dan akhirnya ketemu lagu Two Is Better than One dari Boys Like Girls featuring Taylor Swift.
Setelah selesai, gue mulai panik. Dan ga perlu waktu lama -- setelah gue mikir dan berharap lagu JB yang mana ajaa gitu—akhirnya, BABY dari Justin Bieber feat Ludacris di frekuensi 98,7 Gen fm.
Menghibur diri setelah lagu selesai, gue mulai muter-muter lagi. Gue berharap ada lagunya Lady GaGa. Secarrraa dia kan terkenal banget apalagi yang Telephone. Akhirnya ga lama kemudian, beneran aja: Telephone dari lady GaGa di puter.
Wkwkwkwk
Gue udah ga meragukan keberuntungan gue malem itu. So, gue terus berharap, ada lagu JB yang lainya. Dan, Eenie Meenie dari Justin Bieber Feat Sean Kingston pun menyambut gue.
Hahahaha
Udah seeeeneneeng bangeet malem itu. Gue pikir masih kurang, dan gue berharap ada satu lagu dari Taylor Swift yang menemani gue malem itu.
Dan, setelah beberapa lama dengerin acara –sejenis karaokean—di radio, lagu Fifteen pun muncul..tau aja deh, gue suka banget lagu ini…
Tapi.. masih ada yang kurang.
Akhirnya, di tutup oleh One Time dari Justin Bieber (dan gue cukup yakin ga bakal ada lagu bagus lainnya) , gue pun mengakhiri ‘penjelajahan’ gue di radio.

Kabar bahagia dari kawan kita: mereka udah jadian. SELAMAT YAAAAA……

See you on the next story…

Kegiatan Hari Itu...

Posted by Dear My-Blog Labels: , ,


Pensi.
Sebuah ajang penunjukkan bakat. Tapi menurut gue pensi hanya sebuah kegiatan dimana anak-anak bisa joget-joget di tengah lapangan dengan kaki pegel, yang nyanyi nge-scream, bikin kuping pengeng, yang nontonnya tabrak-tabrakan ga jelas cuma bikin rusuh.
Satu kata buat pensi : ribut.
Hari itu, pensi ke-tiga selama gue sekolah. Yang artinya gue pun kelas 3. Yang artinya gue bikin stand makanan di teras kelas.
Kalo ga ada kegiatan anak kelas 3 bikin stand (dan emang gitu tradisinya) gue males banget dateng ke pensi. Apalagi guess star nya gue ga tau lagunya. Relain aja dah 20rb buat tiketnya.
Tapi kali ini berbeda coy.gue pun berangkat dengan membawa termos gede, dan ga lupa bawa tiket:

Dan yang paling penting, pake baju sablonan UNO:


 Gue dan UNO (United Nine One) bikin stand makanan di depan kelas 7a kita dulu. Seru sih, goreng-goreng kentang, ngukus bapao,  bikin sweet corn, cola float, ada panekuk juga, chicken sandwich, es koktail, es uno, macem-macem laah.. walopun untungnya ga seberapa (baca: rugi besar) gue seneng. Kita sih ambil happynya aja. Kebersamaan itu kita junjung besar tinggi.
Yang gue sebellllll itu band –band ga jelas. Gue heran mereka (vokalis) pada bisa nyanyi ga sih? Yang gue denger sih mereka cuma tereak ga jelas (yang kedengerannya Cuma AAAAAAKKHHH). Ga ada liriknya apa? Musiknya doang kenceng.
Akhirnya tiba saatnya penyanyi, seorang cewe (gue lupa namanya), alumni AFI junior gitu deeh, nyanyi. Dia nyanyiiii (jeng jeng jeng jeng): BABY JUSTIN BIEBER.
Langsung gua lari ke tengah lapangan, dan lupa akan panasnya matahari, langsung berdiri di sebelah si Adin, ikut nyanyi baby,baby,baby, oooh like baby,baby,baby, nooo like  . UUUUUUUUHHH… MANTAAP……
Itu adalah momen terindahh selama pensi…
Cewe-cewe penggemar JUSTIN BIEBER pun pada maju, loncat-loncat, nyanyi-nyanyi, . dan di akhiri dengan tepuk tangan yang saaaaaaangat meriah dari para BELEBERS…
Weeeeeeeeee… gue ga bisa berhenti senyum abis itu. Hahahahahaha
Tapi, gue ga betah lama-lama, dan Sasha juga berpikiran sama. Jadi , gue nelepon rumah minta di jemput, sebelum thirteen dateng, karena kuping gue udah ga kuat lagi ngedenger yang scream. Yang ada nanti malah gue maki-maki vokalisnya (yang udah gue lakuin sama vokalis endof life yang guling-guling di panggung, sama penggemarnya dari kalangan anak kelas 8 gaol).
Haaaah.. terlepas dari itu semua, gue seneng kok…
Gimana kabarnya kawan kita? Apa mereka sudah jadian? Tunggu tanggal mainnya (kata Yansen).
Daaaaaaah.. see youu..

setelah baca Midnight Sun...

Posted by Dear My-Blog Labels:


Baru-baru ini aku baru saja membaca Midnight Sun Chapter 1-12 versi Indonesia (yang bisa kamu download di sini dan itu sangat menjelaskan segalanya : Pikran Edward yang tidak masuk akal (menurutku) di buku-buku sebelumnya. (oke, sekali lagi, aku berharap saat ini ada mesin yang dapat menuliskan kata-kata yang aku pikrkan saat ini yang --tentu saja--menyembur tak beraturan.)
Oke, efek kata-kata novel mulai keluar.
Mulai dari mana? Mungkin dari… mmhh,pertama kali Edward mencium bau Bella di kelas biologi. AKU BENAR-BENAR TIDAK MENYANGKA DIA SUNGGUH-SUNGGUH MEMIKIRKAN UNTUK MEMBUNUH BELLA. Ingat satu adegan Eclipse dimana Bella mengatakan --atau lebih tepatnya memikirkan—Aku tahu bahwa bau darahku - begitu manis baginya daripada darah orang lain, benar-benar seperti anggur di samping air untuk pecandu alkohol— dan menurutku itu sama sekali tidak mewakilkannya. Jauh, jauh lebih dari itu. Karena bau darah Bella selalu membakar tenggorokan Edward bagai api yang tak kunjung padam.

Kemudian saat Edward pertama kali datang ke rumah Bella, lebih tepatnya kamarnya, aku bisa merasakannya. Betapa tidak akan ada orang di dunia yang sanggup mencintai orang lain dengan perasaan sedahsyat itu. Gila. Aku saja meneteskan air mata saat membacanya. Tak peduli ada adikku di belakangku. Walau air mata itu –tak bisa di sebut air mata kesedihan—mengalir tanpa sebab.
Dan kita perlu sekali lagi mengingat bagian di buku Eclipse saat Edward bertanya
“apakah kau tidak tau seberapa pentingnya kau bagiku, Bella? Tidakkah kau mempunyai gambaran yang cukup betapa aku mencintaimu?” dan Bella menjawab “aku tahu betapa aku mencintaimu” “kau membandingkan satu pohon kecil dengan seluruh hutan” .
Dan aku tahu: ia tidak main-main kawan.
Sulit untuk percaya bahwa Bella benar-benar mencintai Edward setelah aku membaca Midnight Sun. kurasa aku harus membaca ulang Twilight sekali lagi agar aku yakin Bella benar-benar mencintai Edward. Dan kalu aku tidak cukup yakin, aku tidak akan rela seumur hidupku. Hahahaha…
Oh, dan satu hal yang harus kau percaya, dan membuatku sangat kaget : Jessica Stanley adalah orang yang kejam. Kejam. Kata yang cukup tepat. Atau picik?? Whatever…
Dan, pelayan di restaurant di Port Angeles cukup membuatku kesal. Selebihnya, tak ada yang terlalu penting untuk di perhatikan. Perhatianku fokus ke Edward dan Bella. Tapi jujur saja, lebih mudah melihat Bella dari sudut pandang Jacob daripada Edward. Tetapi sangat menyenangkan bisa mengetahui isi hati dan pikiran Edward.
Haaaaaaah… itu bukan postingan yang panjang kurasa, tapi tidak pendek juga (cukup membuat jari-jari ku pegal). Tapi lepas dari semua itu, aku setuju dengan kesimpulan akhirku :Edward dan Bella saling mencintai dengan cara mereka masing-masing.
See you on the next posting guys…