SELAMAT JALAN KAWAN

Posted by Dear My-Blog Labels: ,

Hhh.. berat sebenernya gue nulis postingan ini. Tapi peristiwa ini begitu penting sampe gue ga mau ngelupainnya, dan akhirnya gue tulis disini.
Gue baru aja kehilangan salah seorang temen gue. Namanya Setiadi Arifin Prasetya Iskandar. Bukan kehilangan di rebut orang atau apa, gue bener-bener kehilangan dia untuk selamanya. Dia di panggil oleh Yang Maha Kuasa , Selasa, 15 Juni 2010 sekitar pukul 8.30 pm.
Cerita versi gue mirip versi Irvi yang bisa kalian baca di Blog Dia. Gue udah ga kuat nulis kenangan tentang dia. Sebuah catatan gue buat persis setelah gue dapet kabar bahwa dia meninggal. Catatan ini udah gue post di FB gue sebagai note. Check it out:

This Is For You.

Ini bukan biografi seorang yang terkenal.

Ini bukan piagam penghargaan untuk orang yang berjasa.

Ini hanya sebuah catatan kecil untuk teman di tiga tahun kebersamaan.

Bukan pertama kalinya aku melihatmu di kelas 7. Bukan.

Aku sudah melihatmu bahkan sejak pertama kali memasuki sebuah kelas di Smp 1.
Pikiranku waktu itu, melihatmu –mungkin sudah selesai mengerjakan soal tes—bercanda dengan teman sebangku dan dua orang lainnya. Melihatmu berwajah keturunan China dan memakai kacamata, “anak ini PASTI pintar, dan PASTI dari Strada”.

Kesan pertama yang salah besar menurutku.

Dan akhirnya, kita bertemu lagi di kelas 7a. Dan aku kira kau tidak mengenalku sebagai “teman satu ruangan tes”. Ternyata ingatanmu cukup kuat.
Di kelas 7a itulah kita memulai kebersamaan.

Takdir lagi. Mempertemukan kita di kelas 8d. Bersama salah satu teman 3 tahun di sdku, dan 3 tahun di smp,kau berdiri di barisan anak laki-laki kelas 8d. Pikiranku  waktu itu “Aldo lagi, Setiadi lagi”.

Dan akhirnya kita bersama lagi di kelas 9a. Sifatmu yang menjadi khas di kelas UNO:  Menyanyi.
Seperti hobi, sepi rasanya tidak ada Setiadi dan Udin yang mengiringinya bernyanyi.

Kita menyanyi. Kita tertawa. Kita bersama.

Sampai pada suatu saat aku mendengar kau sakit parah. Rasanya sangat tidak masuk akal. Dia yang selalu ceria, tertawa, bernyanyi, harus menanggung semua itu? Tidak akan.

Aku berdoa di setiap sholatku. Mengaharap kesembuhanmu, mengharap keteguhanmu, mengharap kesadaranmu agar mau meminta kepada-Nya.

Ternyata dia Yang Maha Kuasa berkehendak lain.

Ini bukan pernyasataan cinta.
Tapi, kau bisa sebut ini pernyataan sayang.

SELAMAT JALAN KAWAN….

0 comments:

Post a Comment