Teori Ani

Posted by Dear My-Blog Labels:

Terdapat banyak sekali teori-teori di muka bumi ini. Seperti Teori Archimedes, Teori Phytagoras, Teori Darwin, dan sebagainya. Biasanya, teori tersebut di namakan seperti nama para pembuatnya. Teori biasanya diartikan sebagai kesimpulan dari hasil riset yang dilakukan berbulan-bulan, atau bahkan bertahun-tahun lamanya.
Menurut gue, Teori terkenal yang paling TIDAK MASUK AKAL adalah Teori Darwin yang menyatakan bahwa asal usul manusia adalah berawal dari seekor monyet. Sampe-sampe, teori ini bisa jadi ledekan buat orang. Perhatikan percakapan berikut ini:
A: “eh, lo tau Teori Darwin kaga?”
B: “tau, yang katanya manusia dari monyet kan?”
A: “iya, yang itu. Tadinya gue ga percaya tau..”
B: “mmh, trus?”
A: “tadinya gue ga percaya , sampe gue ketemu lo, gue percaya sekarang..”
B: ----_____----
Ya, itu salah satu contohnya.
Kembali ke masa kini. Judul postingan ini adalah Teori Ani. Berarti ini adalah teori gue, sedikit berbeda dari yang lain. Gue menemukan teori-teori ini bukan melalui riset yang panjang, tapi teori itu muncul begitu saja. Apa ini di sebut teori atau bukan, terserah kalian nganggepnya. Yang jelas, teori ini cukup masuk akal.
1. Kenapa, orang-orang berkata “keputusan saya sudah bulat” ? kenapa bukannya “keputusan saya sudah kotak”? menurut Teori Ani, selain kalau bulat diganti kotak jadi tidak enak, ada perbedaan besar antara bulat, dengan kotak. Satu yang paling menonjol dari sifat bulat yang tidak dimiliki kotak adalah TIDAK BERUJUNG. Karena bulat tidak memiliki ujung, maka bulat dapat mewakili kata-kata tersebut. “keputusan saya sudah tidak berujung” sam saja denga “keputusan saya sudah bulat”.
2. Mana yang derajatnya lebih tinggi : mencintai, atau menyayangi. ?
Menurut Teori Ani, tentu saja mencintai yang lebih tinggi. Dalam arti mencintai yang benar-benar cinta. Bukan hanya sekedar suka terhadap lawan jenis, tetapi cinta yang menganggap si dia adalah cinta seumur hidupnya bahkan setelah kematiannya. Orang yang mencintai seseorang sudah pasti akan menyayangi dia. Sebaliknya, orang yang menyayangi seseorang belum tentu mencintai dia {maksudnya mencintai sebagai seorang lawan jenis}.

Kayaknya baru itu aja teori yang gue temukan. Ga usah di bandingin, dan ga usah di pikirin. Ntar kalian pusing sendiri..
See you…

0 comments:

Post a Comment